Berita

BIMBINGAN TEKNIS PERSAMPAHAN KABUPATEN BANTUL

Senin Pon, 14 Mei 2012 12:49 WIB 2235

Kegiatan Bimbingan Teknis (BimTek) persampahan telah selesai dilakukan untuk tahun ini. Target untuk tahun ini meliputi 5 kecamatan yang mana merupakan lanjutan kegiatan tahun kemarin, yang terdiri dari : kecamatan Dlingo, Pleret, Piyungan, Kasihan dan Imogiri. Dengan jumlah peserta BimTek Persampahan kurang lebih 40 orang. Sebagai pembicara dalam BimTek persampahan adalah bapak Antoni Hutagaol, ST, beliau menjabat Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Konservasi Sumber Daya Alam dari Kabupaten Bantul. Sebagai pembicara kedua adalah bapak Junaedi, beliau menjabat sebagai sekretaris Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Amor Kabupaten Bantul. Dan menjabat sebagai ketua Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Provinsi D.I. Yogyakarta. Bapak Antoni Hutagaol, ST membawakan materi mengenai kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan sampah yang tertuang dalam UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dan PerDa No. 15 tahun 2011 Kabupaten Bantul tentang Pengelolaan Sampah. Di dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa terdapat perbedaan mengenai pengelolaan sampah yang mana sebelum terbitnya uu dan Perda tentang pengelolaan sampah, sistem yang digunakan meliputi pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan. Sistem tersebut menyebabkan penimbunan sampah secara besar-besaran. Seperti kita ketahui bahwa sampah-sampah tersebut masih dapat di olah kembali menjadi produk yang dapat di pakai kembali. Oleh karena itu terbitlah UU no. 18 tahun 2008 dan PerDa no. 15 tahun 2011 yang mana sistem terdahulu di gantikan menjadi pilah, kumpul, angkut olah dan proses akhir. Dampaknya adalah berkurangnya penimbunan sampah. Pentingnya pengelolaan sampah dikerenakan sampah dapat mencemari tanah, air dan udara serta sampah merupakan sumber penyakit. Mengutip dari materi bapak R. Junaedi pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Untuk melakukan pengelolaan sampah diterapkannya prinsip 3R. 3R adalah Reduce, Reuse, Recycle. Dengan adanya BimTek ini diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang peduli lingkungan. Dan tumbuhnya kelompok-kelompok masyarakat yang mengelola sampah secara mandiri sesuai dengan peraturan yang berlaku.