Berita

Pengambilan Sampel Air Sungai Bedog

Kamis Wage, 8 April 2021 14:52 WIB 55

foto
Pengambilan Sampel Air Sungai Bedog Rabu 07 April 2021

Rabu 07 April 2021 Telah dilaksanakan pengambilan sampel air sungai di 5 lokasi (Menayu Kidul, Mrisi, Kasongan, Sindon, dan Pijenan) oleh personel UPTD Laboratorium DLH Bantul. Selain pengambilan sampel juga dilakukan pengujian beberapa parameter lapangan. Sampel yang telah diambil selanjutnya akan diuji di laboratorium DLH Bantul.

Kegiatan ini di lakukan untuk mengetahui kualitas air sungai di area kabupaten bantuk untuk salah ssatu indikator kualitas air kabupaten Bantul dan mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan dari penggunaan air yang tidak layak sesuai standar kulaitas dan cara penanggulannya.

Karena air memiliki peranan penting dalanm kelangsungan hidup manusia yaitu untuk minum,mandi,memasak,mencuc pakaian, pengairan dan lain-lain. air yang biasa dikonsumsi masyarakat adalah air alam yang ada di saekitar kita.Air alam pada umumnya tidak tersedia dalam keadaan air murni.

Air di alam selalu ditambahi faktor X, di mana faktor ini dapat bersifat hidup atau biotik dan factor yang bersifat tidak hidup atau abiotik.
Seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat kebutuhan airpun semakin meningkat.Sumber air yang digunakan maasyarakat paada umumnya adalah air tanah.
Kualitas air tanah yang digunakan perlu diperhatikan guna memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai kualitas air bersih yang bersih yang baik dan layak dikonsumsi.
Penentuan kualits air juga berkaitan dengan pengurangan dampak negative terhadap kesehatan masyarakat yang ditimbulkan karena konsumsi air yang kualitasnya tidak layak atau tidak sesuai persyaratan Permenkes.

Sebagian mikroba menggunakan air sebagai habitatnya sehingga air merupakan perantara yang baik bagi penyebaran suatu penyakit.
Oleh karenanya untuk mengetahui kualitas air perlu dilakukan pengujian kualitas air agar diketahui ada tidaknya mikroorganisme pathogen yang ada dalam air yang ditunjukkan dengan indikator ada tidaknya bakteri coliform.
Pengujian air yang biasa dilakukan selain bakteriologis adalah uji fisik dan kimiawi dengan stnadar kualitas air bersih sesuai ketentuan berdasarkan PERMENKER RI NO 416/Menkes/PER/IX/1990.