Berita

Merdeka dari Sampah

Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018 22:53 WIB 236

foto
Dibelakang peserta drum band terakhir, pasukan sapu bersih sampah beraksi
Dahulu, banyak pahlawan negara kita yang berjuang melawan penjajah untuk mendapatkan kemerdekaan, hingga sekarang kita anak cucu keturunannya dapat menikmati hidup di negara yang merdeka. Sekarang, sebagai anak bangsa mampukah kita mengisi kemerdekaan dengan bertindak ala pahlawan? Ala pahlawan? Maksudnya melawan penjajah? Yap, saya menganggap sampah adalah penjajah. Bagaimana tidak, sampah merajai hampir tiap sudut di kota ini. Contoh kasus hari ini, Kabupaten Bantul mengadakan pawai dan lomba drum band (Sabtu, 18 Agustus 2018). Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan seperti ini menyedot banyak perhatian warga masyarakat yang ingin menyaksikan acara secara langsung. Sepanjang jalan yang merupakan rute dari kegiatan tersebut dibanjiri penonton dari anak-anak hingga dewasa. Pastinya, mereka meninggalkan sampah, baik dari makanan ataupun minuman yang mereka konsumsi selama menyaksikan pertunjukan. Adakah yang bersikap pahlawan yakni membuang sampah-sampah tersebut pada tempatnya? Jarang sekali, biasanya sampah ditinggal begitu saja sehingga pada saat acara selesai kita disuguhi jalanan yang dijajah oleh sampah. Kini, perkenalkanlah pahlawan kami dari Dinas Lingkungan Hidup, pasukan sapu bersih sampah yang siaga mengambil sampah berserakan segera setelah acara berakhir. Tujuannya adalah masyarakat tidak perlu menyaksikan penjajahan sampah disepanjang jalan. Terima kasih pahlawan, selamat berjuang dengan ikhlas. Merdeka!