Berita

Sistem Pemanfaatan Air Hujan (SPAH)

Kamis Legi, 30 Juni 2016 18:55 WIB 1537

foto

Curah hujan yang tinggi di beberapa daerah di pedesaan kebanyakan terbuang mengalir begitu saja ke sungai. Bahkan tidak sedikit daerah yang mengalami banjir akibat hujan ini. Dalam rangka penyediaan air bersih di pedesaan yang memiliki curah hujan yang tinggi, dapat dikembangkan Sistem Pemanfaatan Air Hujan (SPAH) yang layak dikonsumsi oleh masyarakat desa. Sistem ini dapat dikembangkan secara bergotong royong dan dikelola bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari atau bahkan untuk dikomersialisasikan.

Air hujan merupakan sumber daya air yang sangat penting bagi makhluk hidup. Air hujan sangat bermanfaat untuk mengisi sumber air guna keperluan pertanian, domestik dan industri. Sistem Pemanfaatan Air Hujan (SPAH) terdiri atas sistem Penampungan  Air Hujan (PAH)  dan sistem pengolahan air hujan. PAH dilengkapi dengan talang air, saringan pasir, bak penampung dan Sumur Resapan (Sures). Sumur resapan dapat digunakan untuk melestarikan air tanah dan mengurangi resiko genangan air hujan atau banjir yang dilakukan  dengan  membuat sumur yang menampung dan meresapkan curahan air hujan.  

Cara kerja sistem pemanfaatan air hujan adalah sebagai berikut :

  • Air hujan jatuh di atap bangunan dan mengalir melalui atap rumah  kemudian terkumpul di talang air yang dialirkan dengan pipa menuju bak penampungan air hujan.

  • Sampah dedaunan yang terbawa akan disaring di bagian depan bak penampung, dengan media pasir dan kerikil, sampah akan tertahan dan air hujan yang bersih akan masuk ke bak  penampung (volume bak 10 m).

  • Jika hujan berlangsung terus menerus, dan bak penampung penuh maka air akan melimpah melalui pipa outlet masuk kedalam sumur resapan dengan kedalaman lubang sumur resapan sekitar 3 meter,  kontruksi terbuat dari bis beton, sepanjang 2,5 meter dan resapan sekitar 0,5 meter.. Air hujan didalam sumur resapan ini akan meresap melalui zona resapan dari sumur resapan kedalam tanah sebagai sumber air tanah. Bidang resapan terletak dibagian dasar, tanpa bis beton, agar bis beton di atasnya tidak merosot diberi penyangga batubata. Bidang resapan diisi dengan kerikil dan ijuk, sebagai penyaring agar tidak terjadi kebuntuan.

  • Air dari bak penampung air hujan dipompa ke unit ARSINUM yang terdiri dari pompa air baku, statix mixer, filter multi media, filter penukar ion, cartridge filter, Ultrafiltarsi, sterilisator ultra violet dan post catridge filter.untuk diolah menjadi air minum.

Fungsi dan manfaat sistem pemanfaatan air hujan dan pengolahan air siap minum ini adalah :

  1. Menghemat pengunaan air tanah,

  2. Menampung 10 meter kubik air pada saat hujan,

  3. Mengurangi run off & beban sungai saat hujan lebat,

  4. Menambah jumlah air yang masuk ke dalam tanah,

  5. Mempertahankan tinggi muka air tanah,

  6. Menurunkan konsentrasi pencemaran air tanah,

  7. Memperbaiki kualitas air tanah dangkal,

  8. Mengurangi laju erosi dan sedimentasi,

  9. Mereduksi dimensi jaringan drainase,

  10. Menjaga kesetimbangan hidrologi air tanah sehingga dapat mencegah intrusi air laut,

  11. Mencegah terjadinya penurunan tanah,

  12. Stok air pada musim kemarau (plus rain harvesting).

 

Sumber : http://www.kelair.bppt.go.id/sitpapdg/Patek/Spah/spah.html