Berita

BIOPORI... Apa Itu???

Rabu Legi, 24 September 2014 14:31 WIB 4175

foto
Salah satu lubang biopori yang dibuat di halaman BLH Kab. Bantul, Rabu (24/9/2014)

Nama biopori memang belum banyak yang mengenalnya, namun akhir-akhir ini tidak sedikit juga yang mulai meliriknya. Ya...biopori atau lubang resapan biopori lengkapnya.

Ditinjau dari asal katanya, Biopori terdiri atas 2 (dua) kata, yaitu Bio yang berarti hidup dan pori yang berarti pori-pori yang bermanfaat.

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata salah satu peneliti dari Institut Pertanian (IPB).

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah seperti cacing, semut, rayap serta perakaran tanaman, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah yang berbentuk liang (terowongan kecil).

Biopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air sehingga mengurangi genangan air (waterlogging), sebagai penanganan limbah organik untuk dibuat kompos, dan meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lansekap karena telah digunakan sebagai pelengkap taman yang menerapkan konsep rumah hijau. Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan.

Namun menurut penelitian oleh LIPI, biopori tidak mampu mencegah banjir, namun efektif dalam menangani genangan air. Dengan dimensi pori-pori yang kecil, maka laju penyerapan air dikatakan relatif lebih lambat dibandingkan dengan debit aliran air ketika terjadi banjir bandang. Inventor biopori, Kamir R Brata sendiri pun mengingatkan bahwa fungsi biopori bukan hanya sebagai penyerap air karena hujan dan genangan air tidak terjadi sepanjang tahun, namun sampah organik dapat menumpuk setiap saat dan itulah yang seharusnya menjadi fokus dari biopori. Efektifitas dalam mengatasi genangan air tersebut diyakini juga dapat menangani jentik nyamuk pembawa penyakit.

Mari kita buat lubang resapan biopori di lingkungan sekitar kita demi kelestarian lingkungan hidup ini untuk kehidupan anak cucu kita kelak.....(Re)